Karnaval "Bendi" Hias Warnai Ibu Kota Tondano

Tondano, 7/2 (CK RSR) - Karnaval "bendi" hias atau delman akan mewarnai sudut-sudut jalan ibu Kota Tondano dalam tajuk "Festival Benteng Moraya sekaligus mensukseskan even Pesona Minahasa 2018", yang berlangsung Jumat (9/2).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, di Tondano, Rabu mengatakan, lewat kegiatan Pentas Seni Budaya Minahasa dan Karnaval Bendi Hias dipastikan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi.

"Bupati Minahasa Bapak Drs Jantje Wowiling Sajow MSi akan membuka dengan resmi kegiatan Festival Benteng Moraya 2018 dan melepas peserta Karnaval Bendi Hias ini," kata Tumundo.

Tumundo mengatakan, dalam sesi Pentas Seni Budaya Minahasa akan di tampilkan berbagai atraksi kasenian meliputi tarian Maengket, tarian Pisok, tarian Kabasaran, Musik Bambu dan Musik Kolintang.

"Setelah Bupati JWS melepas peserta Karnaval Bendi Hias ini, Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Dr Olga Sajow-Singkoh akan turut menjadi peserta karnaval dengan menumpang Bendi yang dihias dengan unik, kemudian diikuti oleh Bendi Hias Wakil Bupati Minahasa, Sekdakab Minahasa, Forkopimda, Kepala Instansi vertikal, BUMN, BUMD, para pajabat Pemkab, Camat, Kepala Sekolah dan masyarakat umum lainnya," ujar mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minahasa ini.

Tumundo berharap, ajang ini akan memberikan pesona juga ketertarikan bagi para wisatawan yang datang di Minahasa dan dipastikan lewat suguhan pentas seni budaya serta bendi hias memberikan nuansa ceria bagi para pengunjung.

Sementara Kepala Bidang Pariwisata Ir Diane Najoan selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini akan memperebutkan Trophy Bupati Minahasa, Trophy Wakil Bupati Minahasa dan Trophy Sekdakab Minahasa serta sejumlah Uang Tunai Jutaan Rupiah bagi pemenang Juara I, II dan III. Sedangkan Juara Favorit akan memperoleh Trophy Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Adapuni kriteria penilaian lomba Bendi Hias menurut Diane meliputi, pertama kelengkapan bendi berupa lonceng, penunjuk arah, tempat buangan kuda, tempat sampah, cepatu kuda, kacamata kuda, lampu, dan lain-lain. Kedua hiasan yang menggambarkan dan mempromosikan tema "Benteng Moraya" serta budaya dan pariwisata Minahasa, ketiga kerapihan, kebersihan dan keindahan bendi dan kuda, serta keempat kreativitas dan keunikan hiasan bendi.(Melky)