Seribu Lampion Terangi Langit Bukit Kasih

Seribu Lampion Terangi Langit Bukit Kasih

Kawasan wisata religi, Bukit Kasih Kanonang dipadati warga. Mereka datang menyaksikan pesta Seribu Lampion Terbang, Sabtu (27/8) malam.

Pelepasan lampion terbang tersebut dilakukan oleh Bupati Minahasa, Jantje Sajow bersama istri, perwakilan Kadis Pariwisata Sulut, beberapa kepala SKPD, para camat, serta masyarakat.

Rombongan Bupati disambut tarian Kabasaran. Selain itu dengan pertunjukan musik Kolintang.
Namun awal acara dimulai dengan diserahkannya piala serta piagam penghargaan sebagai pemenang lomba desa tingkat nasional.

Johnny Tendean, Camat Kawangkoan Barat, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan banyak orang, untuk memeriahkan HUT ke-71 RI yang dirangkaikan untuk memperkenalkan Bukit Kasih.

"Lampion terbang kami pilih lantaran sangat jarang terdengar, supaya menarik masyarakat datang ke Bukit Kasih, dan bisa lebih dikenal lagi," jelasnya.

Ia menambahkan, lampion disediakan oleh pihak pengelola Bukit Kasih.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa Desa Kanonang telah mencatat sejarah baru karena berhasil memenangkan lomba desa tingkat nasional, dan merupakan desa yang banyak potensi sebagai desa wisata.

"Bukti Kasih merupakan tempat fenomenal, sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri," jelasnya. Ia menambahkan, Bukit Kasih Kanonang mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi yang rencananya akan direvitalisasi.

"Tempat ini akan menjadi destinasi penting untuk mewartakan kasih kepada semua orang, dan diharapkan masyarakat bisa menerima atau menyambut baik setiap tamu yang datang, dan saya gembita karena bukit kasih ada di tengah rakyat Minahasa," jelas dia.

Ia mengingatkan bahwa tahun 2017 akan digelar Pesona Minahasa, dan satu di antara event akan dilaksanakan di Bukit Kasih Kanonang yang menjadi desa wisata religi, sebab Kanonang ini sudah dikenal di mana-mana," jelas dia.

Namun menurutnya, masyarakat harus menyiapkan tempat tinggal wisatawan, saat mereka berkujung ke Minahasa. "Mari kita bangun Minahasa dan Sulut, dan biarlah melalui momen seribu lampion terbang dijadikan simbol sinarnya menyinari Kanonang yang artinya menyebarkan kasih ke seluruh masyarakat," ujarnya.

Saat dimulai, Bupati Minahasa bersama istri melepaskan lampion berwarna merah dan putih, kemudian diikuti oleh warga, sehingga langit seakan penuh dengan cahaya. Nampak ada yang melepaskan lampion dengan keluarga, teman, kekasih, sehingga nampak meriah.

Masyarakat yang hendak melepaskan lampion membeli dengan harga Rp 25 ribu. Sehingga target seribu lampion terbang tidak terwujud, hanya ratusan saja itupun diterbangkan tidak serentak. Meski begitu, banyak masyarakat yang nampak girang saat menerbangkan lampion.

"Kami berterima kasih atas diselenggarakan kegiatan ini yang memberi nuansa luar biasa untuk warga Minahasa. Kami berharap ini dilakukan terus menerus untuk memberikan sesatu positif bagi masyarakat," kata Jemmy Pinatik, warga Kanonang Dua.