Bupati Minut Minta Kejari Urus "Dapur" Sendiri

Airmadidi, (25/9) CK RSR - Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan berang ketika mendengar "rumahnya" atau salah satu dinas yang notabene adalah bagian dari pemerintahan yang di pimpinnya yaitu dinas PU seakan di "obrak abrik" oleh Kejaksaan negeri Minut tanpa ada permintaan izin dari "tuan rumah".

"Kita kan sama-sama punya instansi, apasalahnya Kejari Minut berkoordinasi dulu dengan saya sebelum memggeledah kantor dinas PU. Kalaupun semuanya jelas ada surat penggeledahan pasti saya sangat merespon tindakan kejaksaan tapi diambil berpas perkaranya saja. Tapi ini tidak ada sama sekali, nanti ada penggeledahan dulu baru suratnya datang. Ini kan tidak baik. Saya kecewa tindakan Kejari Airmadidi," ujar Bupati.

Bupati mengatakan, tindakan yang dilakukan Kejari Minut adalah tindakan semena-mena, karena upaya penggeledahan itu tidak sesuai prosesur.

"Kita punya rumah sendiri, dapur sendiri, kamar sendiri jadi tidak boleh sepwrti itu sehingga tidak baik etika seperti itu dan buat saya itu sudah tidak baik dimata saya, dimata masyarakat dan dimata hukum karena dia orang hukum," kata Panambunan.

Namun demikian Panambunan akan membuat aduan bersama Wakil Bupati berupa surat secara tertulis kepada bapak Kejati tembusan kepada Kejagung maupun kepolisian. Dimana keberatan dengan tindakan yang dilakukan Kajari Minahasa Utara adalah semena-mena.

Dia pun mengatakan kecewa dengan Kajari yang mengatakan ada intervensi dari LSM. Itu kan tindakan spontanitas dan memang telah menyuruh wakil berkoordinasi dengan Kajari. Kalaupun ada surat resmi pasti tidak akan dihalangi tindakan hukum yang dilakukan tim kejari.

Bupati pun sudah mempersilahkan tim kejari untuk mengambil berkas yang dioerlukan, namun hingga sore hari belum diambil.

"Saya tidak ada intervensi kepada Kadis PU pak Stevenson Koloay. Kalau itu betul silahkan di proses secara hukum. Tapi kalau nanti dia minta pra peradilan itu kan proses hukum juga," ujarnya.

Dia mengatakan, meskipun kasus yang berproses ini di tahun 2014 - 2015 dijamannya mantan bupati. Namun karena saat ini sudah jadi institusi saya, maka saya harus mengawal sekaligus memantaunya.(yofian)