Ada Penggeledahan Ketiga Setelah Penggeledahan Kedua Gagal?

Airmadidi, (25/9) CK RSR - Upaya Kejaksaan Negeri Airmadidi untuk melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait kasus jembatan Sampiri pada hari kedua Jumat (23/09/2016), kembali gagal.

Sebelumnya tim Kejari Airmadidi terpaksa harus pulang dengan tangan hampa tanpa membawa berkas administrasi dari Dinas PU Minut tersebut.

“Penggeledahan belum jadi karena saya melihat situasi masih belum kondusif . Saya melihat ada orang-orang berpakaian hitam sepertinya dari organisasi. Kekuatan kita belum memungkinkan dari pada terjadi kontak,” jelas Kajari Airmadidi Agus Sirait, Jumat lalu.

Dia juga menampik kalau surat penggeledahan itu tidak ada izin dari pengadilan.

“Ada surat penggeledahan dan penetapan penyitaan dari pengadilan,” katanya.

Inilah alasan kuat Kejari Minut berkeras harus menggeledah dokumen di dinas PU Minut, soal kasus tersebut sebenarnya dilakukan dulu penggeledahan baru minta persetujuan pengadilan. “Lakukan penggeledahan dulu baru minta persetujuan pengadilan ini sesuai Pasal 33 dan 34 KUHAP. Ada surat penggeledahan atau tidak pun itu tetap sah. Jadi tidak alasan tidak ada izin,” jelas Sirait.

Ditanyakan tentang respon pihak Kejaksaan Tinggi Sulut terhadap hal ini,  Sirait mengatakan pihak Kejati mendukung penuh tindakan Kejari Minut.

“Kejati mendukung sekali sama kita. Itu kan institusi di atas . Apapun kebijakan kita sepanjang tidak melanggar undang-undang pasti Kejati mendukung kita,” tegas Kejari.

Untuk diketahui, dalam UU KUHAP Pasal 33 ayat 1 dijelaskan,

Dengan surat izin ketua pengadilan negeri setempat penyidik dalam melakukan penyidikan dapat mengadakan penggeledahan rumah yang diperlukan.

Namun pada pasal 34 ayat 1 juga ditegaskan,

Dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak bilamana penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapatkan surat izin terlebih dahulu, dengan tidak mengurangi ketentuan Pasal 33 ayat (5) penyidik dapat melakukan penggeledahan:

a. pada halaman rumah tersangka bertempat tinggal, berdiam atau ada dari yang ada di atasnya;

b. pada setiap tempat lain tersangka bertempat tinggal, berdiam atau ada;

c. di tempat tindak pidana dilakukan atau terdapat bekasnya; di tempat penginapan dan tempat umum lainnya. (tim Cahaya Kawanua)

Setelah menemui kegagalan pertama pada Kamis (22/9) dan kedua pada Jumat (23/9) untuk mengumpulkan bukti-bukti menyangkut kasus proyek jembatan sampiri, hingga menetapkan Kadis PU Stevenson Koloay sebagai tersangka medapat penjagaan dari pihak yang diakui Kajari Agus Sirait berseragam hitam, akan adakah penggeledahan ketiga nantinya dilakukan tim Kejari Minut?

Sebelumnya Kasi Intel Kejari Hendra Kamal SH MH mengatakan, penggeledahan ini masih akan berlangsung dan tidak menutup kemungkinan dilakukan penyitaan terhadap alat bukti yang ditemukan.(yofian)