Geledah PU Minut, Kajari Justru Diminta Mundur

Airmadidi, (25/9) CK RSR—Penggeledahan yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Airmadidi Kamis (22/9/2016 lalu) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa Utara mendapat penolakan.

Hal ini justru ironis, karena datang dari LSM yang bergerak menentang aksi dan perilaku korupsi di Sulut, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK).

"Dalam waktu tiga kali 24 jam Kajari harus mundur. Jika tidak kami akan turun dengan massa yang lebih banyak lagi," ujar ketua Gerak Sulut Jimmy Tindi saat memimpin demo massa.

Menurutnya, hal yang dilakukan penyidik korps baju coklat tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan UU yang berlaku.

Dari pantauan, massa yang bergerak menuju kantor Kejaksaan Minut sekira Pukul 10.00 Wita. Mereka hanya menyampaikan orasinya di depan pintu pagar korps baju coklat.

Kehadiran para pendemo ini tak mendapat respon pihak Kejari karena tak satupun pihak kejaksaan yang menyambut kehadiran para pendemo.

Terlihat juga dalam spanduk yang ditulis, penetapan kadis PU Stevenson Koloay tidak sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan UU yang berlaku. Usai menyampaikan tuntutan massa kemudian membubarkan diri secara tertib sekira Pukul 12.00 Wita. (yofian/FGT)