Minahasa Utara Genjot Produksi Komoditi Pala

Minahasa Utara (cahayakawanua.com) - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pertanian terus menggenjot produksi komoditi Pala.

"Sejak dahulu daerah ini sebagai produsen komoditi pala. Sejak kedatangan bangsa eropa ke Minahasa hanya untuk mencari komoditi pala yang pusatnya di Minahasa Utara," ujar Kepala Dinas Pertanian, Wangke Karundeng di Airmadidi, Rabu.

Untuk itulah kata Wangke, Minahasa Utara terus mengembangkan komoditas pala berkualitas, lewat para petani untuk peningkatan perekonomian daerah.

"Ada beberapa daerah di Minahasa Utara sebagai wilayah penghasil komoditi Pala, dimana salah satu wilayah terbesar berada di Kecamatan Kauditan," ujarnya.

Ataz dasar itulah kata Wangke Karundeng, Kabuparen ini terpilih sebagai pelaksana program korporasi komoditi Pala se- Indonesia. Pelaksanaan itu selama tiga tahun hingga 2022 yang Kegiatan ini juga merupakan pilot projek Kementrian Pertanian khususnya Direktorat General Perkebunan.

"Berbicara korporasi tentunya menyangkut masyarakat dalam hal ini petani juga lembaga terkait dari hulu ke hilir serta pengembangan infrastruktur dasar pertanian," ujar Kepala Dinas.

Kepala Dinas menjelaskan, tahapannya sudah berjalan ke tingkat provinsi dan selanjutnya ke tingkat pusat. Sudah ada gambaran untuk dipresentasikan melingkupi semua kegiatan dalam segi infrastruktur, komoditi sekaligus edukasi petani atau pelaku juga stackholder pengembangan korporasi komoditi pala itu senditi," ujar Kadis menjelaskan.

Adapun uas wilayah pengelolaan komoditi pala kata Wangke, kurang lebih 2500 hingga 3000 hektar. Setiap hektarnya ditanam sekitar 125 pohon. Kalau 3000 ha berarti akan ada 375.000 pohon nantinya.

"Saat ini kegiatannya sudah berjalan berupa sosialisasi maupun identifikasi lahan selama tiga tahun berjalan kepada masyarakat juga gambaran apa yang dibutuhkan.

Kata Dia, dalam waktu dekat bibit pala akan disalurkan kepada para petani komoditi pala, guna menunjang program pemerintah.

Wangke menjelaskan, saat ni harga pala tinggi bahkan kebutuhanya meningkat, untuk itulah diharapkan kepada masyarakat agar menanam pohon pala, selain ìtu kata Kadis, pengembangan perkebunan ada baiknya diantara pohon pala dapat ditanam pohon pisang.(MRT)