Sosialisasi PKB, Longdong: Guru Harus Bisa Mengembangkan Diri

 

 

 

Minut (Cahaya Kawanua): Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Program Pengembangan Keprofesian  Berkelanjutan (PKB) tenaga pendidik, bagi Kepala Sekolah, Guru Profesional dan Tenaga Pendidik lainnya di Minut Selasa 13 November 2018 di Manado Independent School (MIS) Kalawat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Plt. Kepala Dinas Pendidikan Minut Margaretha Longdong. Sedangkan untuk Peserta terdiri dari Kepsek dan guru TK dan SMP sebanyak 400 orang dan Kepsek dan Guru SD sebanyak 400 orang. 

" Acara ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi tentang program Dinas Pendidikan terkait program PKB. Sekaligus juga memotivasi, meningkatkan pemahaman bagi tenaga pendidik di Minut," ujar Longdong.

Ditambahkan Longdong, sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari peningkatan keprofesionalan tenaga pendidik melalui program pengembangan keprofesian setelah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). 

“Guru dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi, oleh karenanya seiring  dengan perkembangan teknologi ini maka guru harus bisa mengembangkan diri. Jangan sampai terjadi peserta didik justru yang memperkenalkan teknologi kepada guru,” ujar Margaretha Longdong kepada seluruh peserta.

Lebih jauh dikatakan Longdong, PKB ini baik yang bersertifikat maupun yang belum, namun ini adalah standart Pendidikan nasional. Guru-guru harus difasilitasi  untuk pengembangan berkelanjutan guru yang ada di satuan bidang Pendidikan mulai dari TK sampai SMA. Hal ini merupakan kelanjutan dari UKG , guru pembelajar dan PKB. Hal ini dimaksudkan untuk penilaian angka kredit dan bertahan terhadap sertifikasi.

Sementara itu, pemateri Widyaswara Drs Arie Wawointana M.Pd mengatakan,  ada tiga komponen penting dalam program PKB.

" Program ini sangat penting bagi tenaga pendidik, sehingga mereka harus mampu melaksanakan 3 hal ini yaitu Pengembangan diri, publikasi  karya ilmiah guru dan  karya inovatif," jelasnya.