Sekda Minut Apresiasi Desa Watutumou II Jadi Desa Sadar Kerukunan

Minut (Cahaya Kawanua): Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) menetapkan Desa Watutumou II Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebagai desa Sadar Kerukunan. Pencanangan dilakukan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil Kemenag Sulut Dr H. Abdul Rasyid M.Ag yang kemudian dilanjutkan dengan dialog sadar kerukunan.

Kakanwil Kemenag Sulut memberikan apresiasi kepada semua pihak sehingga Desa Watutumou menjadi pilot project dan menjadi profil kerukunan yang dapat ditiru oleh daerah lain. Sulut merupakan provinsi yang dinilai paling toleran di Indonesia yang diwakili oleh Manado.  Hal ini dikuatkan juga dengan penghargaan Harmoni Award. 

“Saya percaya Kabupaten Minut ini sedang menuju ke daerah yang paling toleran, dan dalam waktu yang tidak begitu lama hal ini pasti akan terwujud karena telah dimulai dari Desa Watutumou II ini,” ujar Rasid.

Akan hal ini Dia mengajak masyarakat Minut untuk mengaplikasikan 3 pesan Menteri Agama Drs Lukman Hakim Saifudin. Hal ini menjadi standart dan parameter dalam menentukan desa sadar kerukunan.

"Pertama, siapapun kita, dimanapun kita sebagai tokoh agama agar mendorong umat binaan kita untuk  memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang agama kita masing-masing. Kedua, dalam perspektif pemahaman keIndinesiaan karena kita ini adalah warganegara yang merupakan satu kesatuan. Sementara itu yang ketiga kita lebih memahami pemahaman keagamaan lebih berkonsentrasi pada substansial bukan pada Lembaga keagamaan," Katanya

Sementara Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) yang diwakili oleh Sekda Minut Ir Jemmy H. Kuhu MA mengungkapkan syukur karena Desa Watutumou telah ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.

“Salah satu hal yang menjadi perhatian Presiden Jokowi, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi. Secara tersirat nawacita ke sembilan memiliki ruang ruang untuk membangun dialog kerukunan beragama supaya setiap agama dapat memiliki nilai-nilai yang sama sama menghargai. Semoga peran tokoh-tokoh agama dapat terus membangun bahkan meningkatkan kerukunan umat beragama di Minut ini,” ujar Kuhu.

Sementara itu Hukum Tua Defli Bawanda mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui Kakanwil Kemenag Sulut yang telah menunjuk Desa Watutumou II sebagai Desa Sadar Kerukunan.

“ Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak karena telah mempercayakan desa kami menjadi pilot project Sadar Kerukunan. Hal ini tentunya telah melalui survei pola kehidupan beragama di desa. Tokoh-tokoh agama maupun umat atau jemaat yang berdomisili di desa,” ujar Defli Bawanda.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Camat Kalawat Herman Mengko SIP,  Pendeta Protestan dari GMIM, tokoh agama Hindu, Imam Masjid, Tokoh Gereja Katolik dan Advent Hari Ke-Tujuh.(han/adv)