Polisi Lepas Pelaku Pelarian Anak Dibawah Umur

Minut (Cahaya Kawanua)- Perlakuan tidak menyenangkan dialami nada 16 tahun (nama samaran), siswi salah satu SMA di Dimembe ini, dibawah kabur oleh pelaku JM alia jos tahun Warga Desa Tetey Minahasa Utara (Minut), namun demikian entah kenapa pelaku di lepas Polsek Demembe.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berada di kantor balai desa Tatelu sekira pukul 13:00 WITA pada tanggal 1 oktober sepulang sekolah. Pelaku kemudian mengantar korban ke rumah saudara pelaku tepatnya di Wonasa Manado dikarenakan tidak ada orang. 

Dengan bujuk rayu, pelaku meminta korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dan akhirnya korban pun mengiyakan bujukan tersebut.

Sementara dari orang tua korban yang cemas anak kesayangan belum juga pulang selama satu hari satu malam akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Dimembe. Senin 1 oktober. Dari laporan tersebut pihak Polsek Dimembe langsung menindak lanjuti laporan tersebut. 

Keesokan harinya tepatnya pada Selasa 2 oktober pagi tersangka membawa korban ke rumah teman korban kemudian sekira pukul 11:00 WITA Tersangka kembali menjemput korban dan mengantar korban  ke rumahnya, Alhasil tanpa diketahui tersangka pihak kepolisian Polsek Dimembe sudah berada di rumah tersangka dan langsung di gelandang ke mapolsek Dimembe. Namun sangat disayangkan dua jam setelah penangkapan, tersangka kemudian di lepaskan Polsek Dimembe dengan dali tersangka akan mengikuti ujian di sekolah.

Sementara itu Kapolsek AKP.Fenti Kaulur saat dikonfirmasi Kapolsek menjelaskan saat melakukan pemeriksaan tersangka yang masih duduk di bangku sekolah mengatakan dirinya akan mengikuti ujian.

"Iya karena kami selaku kepolisian yang tidak mau menghalangi masa depannya maka sementara kami melepaskannya sementara dan tetap proses akan berlanjut setelah dirinya menyelesaikan ujian," ujar Kapolsek.

Sementara itu Kepala Sekolah Fransiska Paseki saat dikonfirmasi mengatakan, memang ada ujian namun untuk siswa tersebut yakni pelaku tidak pernah terlihat di sekolah dan sama sekali tidak dikenali kepsek.

"Iya tadi ada sempat mengikuti ujian namun pas masuk jam ke dua pelaku meminta ijin karena ada urusan di Polsek Dimembe karena ada urusan penting dan kami pun pihak sekolah mengijinkan,"jelas Kepsek.

Sementara dari keluarga sendiri meminta pihak kepolisian untuk memproses kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kami minta pihak kepolisian jangan pandang bulu dan untuk kasus tersebut harus di proses sesuai hukum yang berlaku,"tegas keluarga.(han)