Dinas Pendidikan Bantah Adanya Pengangkatan Guru Honor Menjadi ASN

Minut (Cahaya Kawanua ) - Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa Utara (Minut) membantah adanya isu pengangkatan guru honor menjadi aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional Minut Drs Alprets Pusunggulaa  MAP, verifikasi terhadap guru honor yang ada di Minut bertujuan untuk mengetahui secara pasti jumlah guru honor yang mengabdi di Minut, terkait honor yang mereka terima, “verifikasi guru honor ini jangan dipahami sebagai persiapan untuk pengangkatan pengangkatan, karena semua harus melalui aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. verifikasi dilakukan, untuk mengetahui lebih jelas kondisi guru honor yang bersangkutan secara by name by address,” jelas Pusungulaa.

hal ini menurutnya, untuk menghindari kesalahan data, sekaligus juga mengecek kebenaran dokumen yang dimasukan para guru honor apakah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Untuk Minut sendiri dari jumlah 860 orang guru honor yang terdaftar, terdapat hampir 50% guru yang mengabdi di Yayasan yang dikelola swasta. Mereka tetap dibayarkan oleh Pemkab Minut dengan menggunakan APBD. Untuk satu orang dibayarkan Rp 1 juta per bulan. “Sebenarnya pihak Yayasan jika mengangkat guru honor harus pula siap membayar mereka, namun dengan kebijakan pemerintah, mereka tetap disubsidi dengan anggaran yang ditata di APBD. Hal ini menyesuaikan dengan kemampuan kas daerah,” tegasnya. 

Akan hal ini, dia meminta kepada guru honor untuk berusaha maksimal melaksanakan tugas di unit kerja masing-masing, agar pendidikan di Minut semakin memiliki daya saing. Diapun berharap  pemerintah pusat dapat membuka peluang bagi para guru honor ini, untuk diangkat sebagai aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga pengabdian mereka selama ini tidak menjadi sia-sia.