Sering Banjir, Lilang Masih Tunggu Perhatian Pemkab Minut

Minut, Cahaya Kawanua - Rasa was was terus dialami oleh sejumlah warga  Desa Lilang, Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa utara disaat curah hujan tinggi maupun disaat gelombang pasang. 

Pasalnya, kondisi geografis Desa Lilang yang berbatasan langsung dengan garis pantai dan aliran sungai sudah sejak lama "akrab" dengan banjir namun belum mendapat perhatian serius oleh Pemerintah Kabupaten.

"Saat ini memang terdapat Broncong yaitu semacam talud dari batu ditutupi kawat namun tidak menggunakan semen untuk mencegah banjir. Sayangnya posisi broncong tidak sampai ke pantai sehingga jika curah hujan tinggi ataupun terjadi gelombang pasang maka dipastikan air akan meluap sampai di daerah pemukiman" keluh Roli Rorong yang juga merupakan Hukum Tua Desa Lilang.

Ditambahkan oleh Rorong bahwa sudah bertahun tahun ditinjau oleh pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Minahasa Utara, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

"Dulu, pihak BPBD pernah meninjau balai desa dan aula gereja yang sempat longsor oleh banjir namun tidak pernah ada realisasi dari kunjungan tersebut. Terakhir dikunjungi sekitar 2 bulan yang lalu dan langsung saya sampaikan sejumlah titik yang menjadi potensi banjir, namun sampai saat ini belum ada perhatian oleh pihak terkait" tutup Rorong sambil berharap pemerintah secepatnya mengambil tindakan. (Yofian)