Nama Interchange Manado Bypass Minta Dikaji

Airmadidi, (13/9) CK RSR - Penamaan simpang susun yang sedang dibangun di perempatan Maumbi tepatnya berada di area Minahasa Utara minta dikaji lagi dan seakan telah melecehkan daerah setempat. 

Ketua DPRD Minahasa Utara di Airmadidi, Selasa mengatakan, selaku wakil rakyat tentu keberatan atas penamaan tersebut yang harusnya interchange Minahasa Utara.

"Bagaimana Minahasa Utara akan dikenal kalau segala hal dan salah satu contoh pembangunan yang nota bane ada di Minahasa Utara lantas tidak memakai nama tersebut melainkan nama daerah lain," ujar Kapojos merupakan politisi partai PDI Perjuangan itu.

Pihaknya kata Kapojos akan berkoordinasi atas penamaan tersebut guna memperkenalkan Minahasa Utara baik dikalangan nasional bahkan international.

Sebelumnya Anggota DPRD lainnya Edwin Nelwan mengatakan bila penamaan tersebut lecehkan Minahasa Utara.

"Hampir 100 persen lokasi proyek berada di Minut tapi justru dinamakan Interchange Manado Bypass dan ini ibarat telur mata sapi," ujar Anggota DPRD Minahasa Utara Edwin Nelwan.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Minut ini pun menganalogikan penamaan proyek tersebut dengan telor matasapi. Dimana ayam betina yang sudah bersusah menghasilkan telur. Tapi ketika langsung digoreng maka namanya berubah menjadi telur matasapi. 

"Ayam yang bertelur tapi sapi yang dikenal atau diuntungkan. Padahal sapi tak ada kontribusi apa-apa dalam menghasilkan telur. Nah, hal seperti telur matasapi ini yang terjadi di penamaan simpang susun tersebut," kata Nelwan mengibaratkan.

Dengan tak disebutkannya nama Minut di proyek simpang susun kata Nelwan, maka sudah dua kali Kabupaten Minut dilecehkan di dua proyek akbar. 

"Yang pertama, dalam penamaan jalan tol. Pintu masuknya di Maumbi Minut dan keluar di Bitung. Tapi malah dinamakan jalan tol Manado-Bitung. Padahal tak ada sejengkal pun tanah Manado yang dilewati jalan tol itu," tegas Sekretaris Komisi B DPRD Minut itu lagi.

Karena itu, lanjut Nelwan, Bupati Vonnie Anneke Panambunan diharapkan bisa memperjuangkan ke pemerintah pusat lewat koordinasi dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE agar penamaan proyek tersebut bisa diubah dengan menyebutkan nama Minahasa Utara. 

Nelwan mengatakan, disertakannya nama Minut sangat penting sebab dua proyek besar itu membangun jenis infrastruktur yang pertama di Sulut. Yaitu jalan tol pertama dan jalan simpang susun pertama di Sulawesi Utara.

Bupati Minahasa Utara saat dikonfirmasi keberatan dengan penamaan tersebut dan akan melakukan koordinasi dengan pihak berkompeten.(yofian)