Beredar Isu Radikal, Ini Kronologi Menurut Warga Maen

Minut, Cahaya Kawanua - Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi sempat di buat resah dengan isu masuknya paham radikal di Desa Maen Likupang Timur, sehingga menbuat banyak spekulasi yang beredar.

Namun setelah ditelusuri langsung, warga Maen sendiri membantah secara tegas isu ini dan sangat menyayangkan nama desa yang berisi 427 Kepala Keluarga ini tercoreng sembari menyebut isu ini sebagai "fitnah yang keji"

"Ini hanya isu yang disampaikan oleh orang yang tidak tau mengenai masalah sebenarnya" tegas Imam Masjid Ar Rahman yakni Mahyudin Abasi bersama mantan Imam Tengku Muslim Blongkod.

Menurut tokoh masyarakat yang merupakan mantan Hukum Tua Roy Pitoy, Yang terjadi adalah hanya masalah pemilihan Imam Masjid Ar Rahman, dimana kubu mantan Imam Tengku H Blongkod tidak menerima atas kekalahan dari Imam terpilih yakni Mahyudin. 

"Tapi itu semua sudah diselesaikan di Kantor Camat oleh unsur Tripika Kecamatan Liktim dan sudah dibuatkan surat damai, namun oleh orang yang tidak bertanggung jawab disampaikan secara tidak benar sehingga menimbulkan spekulasi yang berlebih" tandas Pitoy.

Untuk menepis isu yang beredar, masyarakat kemudian difasilitasi oleh kedatangan Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH bersama Dandim 1310 Bitung Minut Letkol Inf Deden Hendayana SE bersama jajaran untuk bertatap muka, sehingga dihasilkan deklarasi penolakan paham radikal bersama seluruk masyarakat setempat.(Yofian)