PTSL Winuri Belum Jelas, BPN Disorot

Airmadidi (2/2) CK RSR - Program pemerintah dalam Pengukuran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL, sebelumnya disebut Prona) yang beberapa hari lalu di bagikan oleh Badan Pertanahan Nasional Minahasa Utara (BPN Minut) menimbulkan kekecewaan dan tanda tanya besar bagi sejumlah warga Desa Winuri Kecamatan Likupang Timur.

Hal ini disebabkan oleh belum adanya titik terang dari hasil proses pengukuran kurang lebih 100 bidang tanah yang ikut serta dalam Program Nasional (Prona) sertifikat tanah untuk masyarakat sejak tahun 2016 oleh BPN.

"Prona di Desa tahun 2016, sudah diukur tapi sampai sekarang pihak BPN belum memberikan hasil. Yang menjadi tanda tanya oleh sejumlah warga, kenapa Prona tahun 2017 di 18 desa sudah dikeluarkan?" Ungkap legislator asal Likupang Timur Denny Sompie yang menerima aspirasi dari masyarakat setempat.

"Apakah ada oknum-oknum yang menghambat? Karena untuk mengukur tanah sudah ada kerugian biaya sesuai musyawarah waktu itu antara pemerintah dan pemilik tanah yang diberikan untuk mengakomodasi sejumlah petugas BPN Minut," Tandas Sompie.(Yofian)