Panambunan Bantah Pinjam Uang Ke Charles

Airmadidi, 30/1 (CK RSR) - Bupati Minahasa Utara Vonny A Panambunan yang dikenal sebagai seorang berjiwa sosial kepada masyarakat, kembali diterpa isu meminjam uang kepada salah seorang kepercayaannya sendiri bernama Charles.

Kabar itu pun langsung dibantah Bupati Minahasa Utara, sekaligus memberikan penjelasan terkait isu tersebut di ruang kerjanya, Selasa.

"Saya tidak pernah meminjam uang kepadanya sebanyak tiga ratus. Satu sen pun tidak pernah pinjam uangnya. Saya emosi saat dia katakan seperti itu, namun saat itu diapun langsung pergi," ujar Bupati.

"Kalau urusan dikantor yah urusan di kantor jangan di bawa kemari," kata Panambunan.

Panambunan menjelaskan, dimana Charles adalah kader Gerindra jadi diberikan tugas menjadi staf DPRD Minahasa Utara mendampingi Anggota DPRD Minut Shintia Rumumpe. Tapi disana dia sering membuat kekacauan, mulutnya kesana-kemari. 

"Jadi saya jelaskan disini terkait dengan uang itu, menurut Shintia, dia pernah katakan jika ingin mencari uang, nanti akan dicari untuk dipinjamkan. Begitu ceritanya, tapi isu saya pinjam uang kepadanya tidaklah benar," ujar Bupati menjelaskan.

Bupati mengakui, atas peristiwa itu dia sudah minta maaf kepadanya Senin malam, tapi karena mungkin dia takut jadi dia pun sudah lari. 

"Saya katakan kalau mau minta maaf langsung datang ke saya. Kalau seperti itu berarti mencemarkan nama baik," ujar Bupati.

Sebelumnya isu itu beredar saať seseorang mengunggah Video yang berdurasi kurang lebih sembilan detik dimana tampak di video tersebut Panambunan sedang marah-marah ke salah satu kader Partai Gerindra yang diketahui bernama Charles. 

Dalam momen itu pun Charles menuding Panambunan meminjam uang kepadanya dan meminta untuk dikembalikan. 

Adapun kronologisnya, saat itu sedang ada verifikasi faktual partai gerindra, yang kemudian menegur Charles dengan maksud bisa mengakui kesalahannya. 

"Saya katakan kalau di Gerindra baik-baik jangan membuat kekacauan. Tapi saat ditegur dia malah membentak dan melawan, saya pun jadi marah. Lebih marah lagi saat dia katakan untuk mengembalikan uangnya sebesar Rp300 juta," ujar Bupati. (Melky)