Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Kema III Mengadu ke Dewan

 


Airmadidi (15/5) CK RSR - Pelebaran jalan di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ternyata masih meninggalkan konflik di tengah masyarakat.

Sebanyak 12 warga Desa Kema III mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minut untuk menyampaikan aspirasinya yang langsung diterima oleh Ketua Dewan Berty Kapojos, Senin (15 Mei 2017). 

Menurut salah seorang pemilik lahan,  tuntutan ini timbul setelah melihat bahwa ukuran lahan yang sudah dipakai untuk pelebaran lahan ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan awal. 

"Tadinya kan minta dihibahkan 1,5 meter per orang tapi setelah kami lihat, sudah diambil justru lebih dari itu, ada yang 6 meter sampai 8 meter. Totalnya ada 1 hektar lebih. Makanya kami minta, yang sisanya itu dibayar," kata Karsuma Donis selaku pemilik lahan, saat ditemui usai melakukan hearing dengan DPRD Minut. 

Menurut Donis pada akhir 2015 lalu, warga pemilik lahan sudah melakukan pertemuan dengan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan, usai bupati terpilih dalam Pilkada 2015 dan sudah disepakati akan dibayarkan sebanyak Rp 100. 000 per meter, namun sampai saat ini belum terealisasi. 

Sementara itu pihak Pemkab Minut ketika diklarifikasi melalui Kabag Humas Styvi Watupongoh mengatakan belum mengetahui secara pasti duduk persoalan tersebut. 

"Saya akan berkoordinasi dulu dengan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan terkait hal ini," kata Watupongoh.(Yofian)