Hadapi Penolakan, Pendekatan Persuasif Muluskan Eksekusi MUCP

Airmadidi (12/4) CK RSR - Walaupun mendapat penolakan oleh kuasa hukum pemilik dan sejumlah jemaat beserta beberapa oknum, akhirnya gedung 4 lantai Minahasa Utara Center Point di Desa Watutumou II berhasil di eksekusi oleh Juru Sita dari Pengadilan Tinggi Airmadidi yang diketuai oleh Henry Mahmudi SH.

Eksekusi gedung yang dua tahun terakhir ini di gunakan sebagai tempat ibadah oleh satu denominasi gereja ini awalnya berlangsung panas dengan orasi orasi melalui pengeras suara, "Kami tidak akan mundur. dari 365 hari setahun kenapa justru hari ini di pakai untuk eksekusi sementara kami akan persiapan perayaan paskah" ujar seorang Pendeta.

Melalui negosiasi yang berlangsung sekitar 1 jam, akhirnya pihak penolak eksekusi mundurbdengan tertib.

“Untuk umat yang akan menghadapi hari raya keagamaan yaitu pesta paskah pemohon telah menyediakan tempat di hotel untuk merayakannya, dan saya tidak diberikan kewenangan oleh pengadilan untuk memberikan penjelasan maupun mengadakan tanya jawab dengan pihak termohon, selain hanya diperintahkan untuk melaksanakan perintah eksekusi,” jelas Henry Mamudi.

Kapolres Minahasa Utara AKBP Eko Irianto SIK yang sejak awal turun langsung memimpin 380 personil gabungan untuk mengamankan eksekusi di 5 titik ini kemudian mengapresiasi lancarnya eksekusi ini.

"Kami tentunya bersyukur akhirnya eksekusi ini bisa berjalan dengan lancar. ini semua berkat kerjasama dari personil gabungan Denzipur di bawah Mayor Czi Ibnu Muntaha, Detasemen Polisi Militer (Denpom) yang dipimpin Kapten POM Ruben, Unit Sabhara Polda Sulut dipimpin oleh AKBP Ketut, Brimobda Sulut dari Unit Gegana dan Pelopor yang dipimpin oleh Wakaden Gegana AKP Alowsius Londar SIK dan Wakaden Pelopor AKP Anak Agung Bimantara SIK, Unit Sabhara Polda Sulut dan Polisi Pamong Praja Minut yang dipimpin oleh Theodorus Lumingkewas" ujar Irianto yang turun bersama 2/3 personilnya. (yofian)