Irianto: Operasi Simpatik Tekankan Teguran Bukan Tilang

Airmadidi (6/3) CK RSR - Operasi Simpatik yang dilaksanakan di seluruh Indonesia di tekankan pada penjaringan pelanggaran pelanggaran administratif dan pelanggaran kasat mata dengan tindakan teguran dan dapat berujung pada tilang jika terjadi berulang ulang. Hal ini di ungkapkan oleh Kapolres Minahasa Utara AKBP Eko Irianto SIK di sela sela acara salah satu partai di Minut.

Menurut Irianto, operasi Simpatik kali ini berlangsung selama satu bulan yaitu telah di mulai sejak hari rabu lalu (5 Maret 2017) dan berakhir pada 31 maret 2017 nanti.

"Operasi ini umumnya akan kami gelar di jalan jalan daerah kawasan tertib lalu lintas. Sasaran kami adalah kelengkapan seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomotr Kendaraan (STNK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan berbagai pelanggaran yang terlihat seperti kelengkapan spion, knalpot, dan lain sebagainya" ujar Kapolres.

Di tanya mengenai pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur, Irianto menegaskan akan tetap menindak. "Akan kami tegur dan dapat di tilang jika.yang bersangkutan tetap mengulangi. Akan tetapi kami menghimbau kepada para orang tua agar tidak mempercayakan anak anak di bawah umur karena besarnya resiko kecelakaan yang dapat terjadi" tegas Irianto.(yofian)