Vaksin Rabies Populasi Anjing Tidak Memadai

Airmadidi (9/2) CK RSR - Semakin meningkatnya populasi anjing di Minahasa Utara ternyata tidak di imbangi dengan ketersediaan vaksin pencegah rabies di Dinas Pertanian Bidang Peternakan.

Hal ini terungkap saat berkunjung ke Dinas Pertanian Minut yang sebelumnya bernama Dinas Pertanian dan peternakan ini, Kamis.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara melalui Kepala Bidang peternakan Ir Arti Warokka bahwa dengan populasi anjing yang terdata sampai akhir 2016 adalah sekitar 30.000 ekor. Sedangkan suplai dan prngadaan vaksin rabies hanya sekitar 20.000. Hal ini menyebabkan tanda awas sebab dari kasus yang terdata tahun 2016 adalah 20 kasus dan kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Airmadidi dengan prosentase 30%.

"Bidang peternakan memang menghadapi berbagai kekurangan saat ini. Dari APBD induk tahun 2016, kami hanya mendapat sekitar 7000 vaksin dan dari APBD perubahan 7000 vaksin. Sedangkan Bantuan dari pemerintah provinsi sekitar 6000 vaksin. Belum lagi kami tidak punya tenaga dokter hewan. Pernah ada tenaga dokter hewan dari Batak yang mendaftar sebagai THL. Namun setelah mengetahui kecilnya gaji, yang bersangkutan sudah tidak pernah datang lagi" ungkap Warokka.

Menurut Warokka, dirinya sangat berkeinginan memenuhi kuota populasi anjing di Minut sebab sadar akan bahaya Rabies bagi Manusia. "Apalagi saat ini sedang dalam perubahan cuaca sebab Salah satu pemicu rabies badalah perubahan musim dan cuaca" tutup Warokka.(yofian)