Ini Tanggapan DeWo mengenai Sekdes

Airmadidi (1/2) CK RSR - Ditemui di sela sela aktivitasnya sebagai wakil rakyat di kantor dewan Minahasa Utara, figur yang di kenal dekat dengan awak media ini langsung meluangkan waktu sejenak untuk memberikan tanggapan pada selasa (31 januari 2017) kemarin.

Menurut Denny Wowiling bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, serta PP Nomor 43, sebagai penjabaran undang-undang desa, sudah jelas mengatur bahwa mengangkat dan memberhentikan perangkat desa, dimana Sekdes termasuk didalamnya, menjadi kewenangan Hukum Tua (Kumtua), dan harus melalui persetujuan camat. Dan perlu diketahui Sekdes diangkat bukan lagi dari kalangan ASN.

"Kita tahu bersama memang sebelumnya ada peraturan yang menyebutkan bahwa Sekretaris Desa yang sudah mengabdi selama 6 Tahun bisa di angkat sebagai Aparatur Sipil Negara. Namun saat ini sudah tidak berlaku lagi sebab sudah ada regulasi baru" tegas Legislator yang akrab di panggil DeWo ini.

Lanjut DeWo, dalam pengangkatan Sekdes, kumtua mengusulkan dua nama kepada Camat, sesuai dengan persyaratan yaitu, harus berumur 20 sampai 42 tahun, berdomisili di wilayah desa setempat, pendidikanya minimal SMA, dan mengacu lagi terhadap peraturan daerah.

Berdasarkan amanat Undang-Undang, camat hanya memverifikasi, bukan sebagai eksekutor terhadap nama yang diusulkan oleh Kumtua. Dan jika memang ada aspirasi Sekdes dari kalangam ASN, itu bisa dilakukan dengan melakukam usulan ke Mendagri dan meminta revisi UU Nomor 6 Tahun 2014 ke DPR RI.

"Penjelasan ini hanya bersifat normatif sesuai regulasi dan peraturan yang ada. Tidak ada maksud untuk mengesampingkan ide ide yang di kemukakan untuk kemajuan Minut." Tutup Denny Wowiling sambil tersenyum. (Yofian)