PLN Anggap PDAM Minut Tidak Sigap

 

 

 

Airmadidi (26/10) CK RSR - Menanggapi kisruh saling tuding antara PDAM Minut dengan PLN mengenai kelangkaan air di sejumlah tempat, membuat petinggi PLN Minut angkat bicara, dinilai PDAM tidak sigap atasi krisi air di daerah itu.

Kepala PLN ranting Airmadidi Jhonhard Rahamis, Senin menjawab persoalan pemadaman listrik, khususnya yang terjadi di lingkup PDAM Minut, dimana dalam ketentuan bagi pelanggan yang menggunakan listrik dengan kapasitas diatas 41 KVA (41.000 Watt) harusnya mempersiapkan genset sendiri. 

"Yang saya tahu, listrik yang digunakan PDAM Minut sudah di atas itu, sekitar 82 KVA. Ini untuk memudahkan perusahaan daerah tersebut dalam keadaan darurat untuk menghandle jika terjadi pemadaman sementara. Ini kan masalah urgen, jadi perlu juga diantisipasi," ujarnya menegaskan.

Ia mengakui jika terjadi pemadaman listrik, dipastikan kinerja PLN disorot. Hal yang sama juga terjadi di lingkup PDAM Minut ketika permasalahan suplai air terganggu. 

"Intinya bahwa, pemadaman yang terjadi sekarang ini bukanlah unsur kesengajaan, namun bisa berakibat dari masalah alam dan sebagainya. Perihal non teknis ini diupayakan bisa diatasi secepatnya," Kata dia.

Sebelumnya Direktur Utama PDAM Minut Deibert Rooroh mengatakan, pemadaman listrik berdampak pada mati air.

"Ketika listrik padam air pasti mati. Dan kegiatan tersebut kerap kali terjadi di wilayah Minahasa Utara," ujar Deibert.

Deibert pun mengakui pihaknya belum menyiapkan genset akibat minimnya dana PDAM. Kedepan akan diusulkan pengadaan genset untuk kebutuham air.(yofian)