FKPD Minahasa Utara Tidak Dimanfaatkan Pihak Luar

Airmadidi, (26/9) CK RSR -- Aktivis muda Minut Winovel Lotulung angkat bicara menyusul konflik terbuka antara Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan dan Kajari Agus Sirait SH, agar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) tidak dimanfaatkan pihak lain.

Ketegangan pihak Pemkab Minut dan Kejaksaan Negeri setempat muncul pasca penggeledahan kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kamis (22/9) pekan lalu terkait dugan korupsi pembangunan jembatan Sampiri.

"Akan lebih elok jika persoalan-persoalan yang terangkat di media saat ini, dibicarakan satu meja. Yang dirugikan dalam kondisi seperti ini adalah masyarakat Minut sebab pembangunan dan pelayanan tidak akan  berjalan maksimal," ujarnya.

Menurut, Lotulung Bupati dan Kajari perlu duduk satu meja, daripada 'perang' dan saling tuding lewat media. 

Lotulung juga menambahkan agar pihak-pihak lain tidak ikut memanas-manasi keadaan, termasuk pengakuan kadis PU Minut, Stevenson Koloway terkait 13 paket pekerjaan yang mengarah ke korps baju coklat. 

"Menurut saya jika memang ada bukti terkait 13 paket proyek berdasarkan pengakuan kadis pu dan mengarah ke kejari harus dibuktikan agar supaya tidak terjadi fitnah. Kasihan kita rakyat Minut yang menerima getahnya dan dirugikan dengan kondisi pemerintahan seperti ini karena terkesan seperti di obok-obok. Sedangkan Kejari menjalankan tugasnya sebagai aparat hukum. Saya curiga ada oknum-oknum yang bergembira dibalik ini semua untuk itu ada baiknya semua pihak saling menahan diri dan menyelesaikan sesuai prosedur yang berlaku," ujar Lotulung.(yofian)