Kajari "Tantang" Pemkab dan GERAK Ajukan Praperadilan

Airmadidi, (25/9) CK RSR –Kepala Kejaksaan Negeri Airmadidi, Agus Sirait memberikan tanggapan perihal tuntutan dirinya untuk mundur.

Dia mengatakan aspirasi yang meminta dirinya dicopot salah alamat. Hal itu harusnya langsung disampaikan ke Kejaksaan Agung.

"Yang menempatkan saya disini adalah Kejagung jika ada yang meminta mundur silahkan ke Kejaksaan Agung," tegasnya

Terkait penggeladahan Dinas Pekerjaan Umum (PU) PU Minut, menurutnya hal tersebut sudah sesuai prosedur. Bahkan dia menantang pihak-pihak yang keberatan atau menganggap langkah Kejari Minut salah, untuk menempuh jalur hukum.

"Jika langkah penggeledahan dinas PU Minut yang saya lakukan salah, silahkan lapor, karena kejaksaan juga punya lembaga pengawas internal dalam mengawasi SOP penggeledahan, jika tidak puas silahkan lewat praperadilan," tandasnya.

Diketahui Kamis (22/9/2016) dan Jumat (23/9/2016) lalu tim penyidikan Kejari di bawah kendali langsung Kajari Agus Sirat melakukan penggeledahan. Namun hal tersebut gagal karena dihalangi sejumlah orang berpakaian hitam-hitam.

Untuk diketahui, dalam UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Pasal 21 menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara korupsi dapat dipidana dengan hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah). (yofian/fgt)