Begini Curhat Korban Pelecehan Kadisparbud Manado

MANADO, 17/9) CK RSR – Korban pelecehan yang diduga dilakukan Kadisparbud Manado mengaku masih trauma atas perlakuan yang diterimanya, dan ingin melanjutkan sekolah demi masa depannya. 

“Saya tidak berdusta. Ada yang bilang laporan saya tidak benar, itu yang terjadi. Saya tidak mau nama saya rusak di masyarakat, saya masih ingin sekolah,” ujar mawar (bukan nama sebenarnya,red) saat curhat di hadapan sejumlah media. 

Jumat (16/9/2016), korban didampingi orang tua dan Komisi Perlindungan Perempuan Sulut, Jull Takaliuang dan Sofyan Jimmy Yosadi, mendatangi DPRD Kota Manado sebagai rumah rakyat dan meminta khusus untuk mengawal kasus ini.

Mereka diterima langsung anggota Komisi A Royke Maramis dan Anita De Blouw.

Sofyan Yosadi meminta para jurnalis tidak mengambil foto korban karena korban masih trauma dengan pemberitaan yang menampilkan foto korban secara vulgar.

Yosadi juga mendesak DPRD merekomendasikan kepada Walikota Manado untuk menonaktifkan sementara pejabat yang diduga melakukan pelecehan tersebut. (Guntur)