Kadis ini Bantah Lakukan Pelecehan, Kepsek Malah Membenarkan

Manado, (16/9) CK RSR – Kepemimpinan Walikota  Manado GSV Lumentut dan Wakil Walikota Mor Bastian dikejutkan dengan pengakuan salah seorang siswi yang mengaku dilecehkan oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota (Kadisparbud)  Hendrik Warokka.  

Siswi yang tercatat sebagai pelajar kelas III jurusan perkantoran adalah siswi PKL (Praktek Kerja Lapangan) di kantor Disparbud yang terletak di kawasan Megamas.

Kepsek SMK I Manado, Moddy Lumintang yang dikonfirmasi membenarkan kejadian malang itu menimpa salah satu anak didiknya tersebut.

“Tadi pagi saya sudah panggil korban. Dia sudah menjelaskan yang sebenarnya terjadi,” kata Lumintang Selasa (13/9/2016) lalu.

Dia sangat menyesalkan dengan perbuatan oknum pejabat tersebut.

Mencegah kejadian serupa, dia untuk sementara tidak akan lagi mengirimkan anak didiknya untuk melakukan PKL di Disparbud.

Mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya, Rabu (7/9/2016) kemarin, Warokka langsung membantah di hadapan sejumlah media.

Menurutnya,  jika dia melakukan hal tersebut pasti akan langsung diketahui pegawai lain. Dirinya juga siap dipanggil oleh pihak kepolisian jika keluarga korban melanjutkan kasus yang dialami putri mereka.

“Saya siap dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian jika sampai ada laporan dari siswi tersebut. Mengenai pemberitaan dimana saya diduga melakukan pencabulan terhadap siswi yang sedang PKL, itu sama sekali tidak benar,” kata Warokka.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado mengaku sedang mendalami tuduhan tersebut.

“Mengenai berita-berita tentang tuduhan terhadap oknum Kadis yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswa PKL , saat sekarang ini sedang ditangani diproses serta didalami BKD Kota Manado, “ katanya.

Tinangon berjanji akan menangani masalah ini hingga tuntas dan kesimpulan dugaan kasus ini akan disampaikan ke publik.

Pihak DPRD melalui salah satu personil Pingkan Nuah, juga mengakui sudah menemui korban dugaan pelecehan dan pihak keluarga korban. Mereka juga berjanji akan mengawal kasus ini. (Guntur)