Manado Jadi Destinasi Wisata Strategis bagi Wisman Tiongkok

Manado Jadi Destinasi Wisata Strategis bagi Wisman TiongkokSetelah mendapat kunjungan ratusan wisatawan beberapa waktu lalu, Sulawesi Utara menjadi destinasi wisata unggulan yang mulai dilirik wisatawan Tiongkok. Apalagi hal ini juga didukung oleh 315 penerbangan internasional dengan penerbangan dari Tiongkok yang mendarat di Bandara Sam Ratulangi.

Menurut informasi yang diterima William Wu, Chief Representative Lion Air Tiongkok, mengungkapkan, “Kami bertekad mendatangkan turis Tiongkok 100 ribu–150 ribu orang per tahun. Frekuensi penerbangan sedikitnya 10 kali per minggu yang mendatangkan 10 ribu–12 ribu turis.”

Sementara itu, data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara mencatat asumsi pertumbuhan kunjungan wisman ke Sulut rata-rata 20 persen per tahun. Jumlah tertinggi tercatat pada 2011, yang mencapai 20.017 orang. Bila frekuensi peningkatan penerbangan terealisasi, peningkatan kunjungan wisman ke Manado juga akan naik lebih dari lima kali lipat.

Peningkatan kunjungan wisman ke Sulut bukanlah isapan jempol belaka. Pasalnya, kawasan ini telah lama menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan yang digemari wisman asal Tiongkok. Dari kawasan boulevard, danau, hingga pemandangan bawah laut Bunaken, semuanya dinilai telah menjadi destinasi wisata kelas dunia. “Di Tiongkok tidak ada wisata bahari. Kami tinggal menitipkan pengembangan fasilitas pariwisata di Sulawesi Utara,” ucap William.

Pulau Siladen

Optimisme serupa juga diungkapkan Happy Korah selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara. Baginya, peningkatan kedatangan wisman ke Tiongkok ke Manado akan memberi dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Utara. Restoran, penginapan, souvenir shop, hingga jasa guide wisata akan menjadi peluang usaha bagi masyarakat dalam usaha meningkatkan perekonomian.

Atraksi, Akses, dan Amenitas menjadi kunci 3A yang selalu diingatkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam pengembangan destinasi wisata. Dalam pengembangan wisata Sulut, Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air sudah berjuang untuk memperbaiki akses.

“Pikirkan atraksi yang hendak dijual dan amenitas selama berada di Kota Manado dan Sulawesi Utara. Jangan sampai mereka kecewa dan pulang membawa kesan yang tidak nyaman,” ucap Menteri Arief.

Bandara Sam Ratulangi sendiri terus berbenah menjadi bandara internasional dengan fasilitas yang makin lengkap. “Saya kira tinggal keseriusan gubernur dan wali kota untuk menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan, dan itu harus tercermin dari keseriusannya menempatkan Kadispar dan memprioritaskan budget pariwisata,” katanya menambahkan.