Lombok Sesalkan Pelayanan RSUP Kandou

Manado (4/10) CK RSR— Masih dalam suasana berkabung atas kematian Ibunya Josefina Hermien Tangkau, yang meninggal dunia di IGD RSUP Kandou pada 26 September 2016 lalu, Billly Lombok yang ditemani sang ayah, Jan Lombok hadir dalam hearing Komisi IV DPRD Provinsi Sulut bersama manajemen RSUP Kandou Manado, Senin (3/10/2016)

Dalam hearing tersebut, Lombok menyesalkan pelayanan yang diterima keluarganya hingga ibunda tercinta berpulang.
“Kurang lebih 9 jam lamanya bukannya pengobatan tapi penyiksaan disaksikan dirasakan pasien dan keluarga. Apa perlu keluarga pasien seluruhnya membawa sendiri oksigen dan kursi roda. Atap bocor, tidak ada oksigen, pelayanan sangat kurang, dokter banyak selfie, bahkan banyak hanya praktik belajar.Tipe A itu berarti pusat rujukan, tapi ternyata pelayanan dan penanganannya tidak benar,” katanya sembari berharap hal tersebut tidak lagi dialami warga Sulut lain.
Sang ayah juga sempat membandingkan pelayanan tenaga medis di luar negeri yang sempat menangani korban.
“Bayangkan dokter kami di Penang (Malaysia,red) pada hari tersebut masih terus memonitor, bahkan mengirim resep untuk mengurangi sakit. Dokter disana sudah terinternalisasi bukan hanya mediknya, tapi psikologinya. Sebaliknya di sini justru terjadi hal bertolak belakang , terjadi pembiaran, tidak ada yang menolong ke toilet, memasang pampers,” katanya terbata-bata.
Dirut RSUP Kandou, Maxi Rondonuwu mendengar hal itu mengakui kesalahan dan kekurangan tersebut  dan berjanji akan memperbaiki secara radikal.
Diketahui, Hermin Tangkau pasien RSUP Kandou meninggal dunia Senin, 26 September 2016, pukul 9.15 WITA, setelah menjalani perawatan 9 jam di RSUP Kandou. Korban merupakan ibunda Billy Lombok Anggota DPRD Sulut, juga istri Jan Lombok, mantan Rektor Universitas Manado. Kematian korban disebut karena tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai dari RS Kandou.(Guntur)