Polres Bitung Upacara Sertijab

Bitung, (Cahaya Kawanua) - Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting, SIK, MH memimpin upacara Serah terima jabatan (sertijab) Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba dan Pelantikan Kapolsek Lembeh Selatan di halaman Mapolres Bitung, Senin (26/03).

Serah terima ini sesuai dengan lampiran surat keputusan Kapolda Sulut nomor : KEP/53/III/2018 tanggal 09 Maret 2018, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan perwira Polri dan PNS Polri di lingkungan Polda Sulut yakni AKP Afrizal Rachmat Nugroho, SIK jabatan lama Kasat Reskrim Polres Bitung dan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Minut, AKP Edy Kusnadi jabatan lama Kasat Reskrim Polres Minahasa dan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Bitung.

"Mutasi mutasi personel merupakan hal yang penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan Polri, karena langkah tersebut menunjukan adanya dinamika organisasi kewilayahaan, merupakan suatu hal yang mutlak untuk dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi," ujar Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting, SIK, MH.

Dia mengatakan , disamping itu sebagai konsukuensi dari tuntutan reformasi menuju Polri yang mandiri dan profesional dengan demikian pergeseran seperti ini akan terus digulirkan guna menempatkan personil - personil yang potensial dan terpilih untuk menduduki jabatan tertentu.

Personil lain yang dimutasi diantaranya IPTU Novrianto Sadia, Jabatan Lama Kasat Res Narkoba Polres Bitung dan diangkat jabatan baru sebagai Panit 1 Unit 1 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulut, AKP Frelly Sumampow, SE Jabatan lama Panit 2 Unit 2 Subdit 4 Reskrimum Polda Sulut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasat Res Narkoba Polres Bitung dan IPTU Rudolf J. Lumandung, SH PS. Waka Polsek Lembeh Selatan Polres Bitung diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolsek Lembeh Selatan Polres Bitung.

Dalam kegiatan tersebut para Kabag, Kasat beserta Kapolsek jajaran Polres Bitung maupun seluruh perwira Polres Bitung turut hadir dalam upacara serta Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Drg. Ny. Sylvia Philemon Ginitng Sitepu Pengurus Bhayangkari cabang Bitung juga turut hadir.(Melky)

Lomban Himbau Warga Tidak Buang Sampah Di Laut

Bitung, (Cahaya Kawanua) - Walikota Bitung Maximilian J Lomban himbau kepada warga khususnya nelayan untuk tidak buang sampah di Laut, mengingat daerah tersebut sebagai pusat industri dan pariwisata.

"Saya minta kepada masyarakat maupun para pelaku perikanan, para nelayan yang nantinya akan melaut untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampah tersebut merupakan sampah plastik yang sangat berbahaya bagi ekosistem laut dan pantai," ujar Lomban di Bitung, Jumat.

Pemerintah Kota Bitung tak putus putusnya menggaungkan serta menggalakkan gerakan 5 bersih (bersih di darat, udara, laut, bawah tanah dan bersih aparatur). Terkait hal itu, Walikota Bitung dan jajarannya menggelar Apel Kerja Bakti yang diikuti segenap ASN/ THL, Unsur Marinir, Pala/ RT serta masyarakat disekitar tempat tersebut.

Sebagai Kepala Daerah yang sangat concern terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan, Lomban menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab dan menjadi pekerjaan bersama semua pihak dan kegiatan seperti saat itu kiranya dapat dilakukan secara rutin. 

Lomban pun meminta pihaknya untuk terus melakukan pengawasan serta sosialisasi bagi para Nelayan untuk membawa pulang sampah saat mereka melaut, dan apabila terbukti melakukan pelanggaran maka nelayan tersebut akan dikenai sanksi hukum.

Lomban dalam kegiatan secara simbolis menyerahkan wadah gratis kepada nelayan yang ada sembari berpesan agar kiranya sampah sampah yang ada selama melaut dapat dikumpulkan dan dibuang pada kontainer yang sudah disediakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membersihkan sampah sampah sepanjang pantai maupun yang ada dilaut.

"Terima kasih untuk atensi dan partisipasi semua pihak yang sudah mengambil bagian dalam kerja bakti pagi ini kiranya apa yang kita lakukan disini dapat juga diikuti masyarakat lain di Kota Bitung. Mari sayangi bumi, bersihkan dari Sampah. Bersih bisa kok," demikian Lomban.

Hadir saat itu Ketua TP-PKK Kota Bitung, Sekretaris Daerah Kota Bitung, Kadis Lingkungan Hidup Kota Bitung,   Kepala Pelabuhan Bitung, Kepala Perikani Bitung, Komandan Marinir,  Komandan Satkamla.(Melky)

Pemkot Bitung Dukung Penyelenggaraan Cap Go Meh 2018

Bitung, (Cahaya Kawanua) - Sebanyak empat Tang Sin bakal keluar dalam prosesi Cap Go Meh di Kota Bitung, pada Jumat (2/3) mendatang.

Kepastian ini terungkap dalam rapat bersama pengurus Klenteng Seng Bo Kiong Bitung dan Panitia prosesi Cap Go Meh bersama Pemkot Bitung yang dipimpin Sekkot Audy Pangemanan di kantor Walikota, Jumat (23/2/18).

"Selain empat Tang Sin, dalam arak-arakan nanti akan keluar 4 Kio atau pikulan dan barisan cakalele serta musik bambu,” ujar Pangemanan.

Selain itu, Pangemanan menjelaskan, rute yang akan ditempuh dalam prosesi ini mengambil titik start dari depan Klenteng Seng Bo Kiong menuju arah pertigaan Inkoaksu kemudian turun ke DPRD Bitung dan belok kanan ke depan kantor Walikota dimana sudah disiapkan panggung utama selanjutnya berbelok kembali finish di Klenteng dengan jarak sekira 5 Kilometer.

"Pemkot Bitung mensupport penuh kegiatan ini karena masuk dalam kalender of event Pemkot Bitung, olehnya Dinas Perhubungan yang mengatur jalur yang akan dipakai kemudian Dinas Kesehatan melalui pengerahan ambulance dan beberapa dinas terkait. Intinya agar prosesi ini juga berjalan lancar,” ujar Sekot.

Sebelumnya, direstuinya pelaksanaan prosesi Cap Go Meh ini dilakukan Prosesi Cie Sin, dengan media Poe Pwe, oleh Rohaniawan umat Tri Dharma di Klenteng Seng Bo Kiong, Senin (19/2/18).

“Kami berharap dukungan seluruh lapisan masyarakat di kota Bitung, karena prosesi Cap go Meh, pada Purnama Agung tahun ini telah direstui Tuhan, agar tercipta kehidupan selaras, banyak berkat, serta jauh dari bencana,” ujar Rohaniwan Klenteng Seng Bo Kiong Rolly Ciwulusan.(Melky)

Polair Bitung Amankan Pelaku Perdagangan Manusia

Bitung, 29/1 (CK RSR) - Satuan Polair Polres Bitung amankan seorang tersangka MS alias Meita (24) warga kabupaten Minahasa Utara, bersama tiga perempuan diduga korban tindak Pidana Perdagangan Manusia, yang ditemukan diatas kapal KM Tatamailau yang sandar di pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu (27/1) pekan lalu sekitar pukul 11:00 wita.

Kasubbag Humas Polres Bitung AKP. Idris Musa di Bitung, Senin mengatakan, sementara tiga perempuan diduga korban perdagangan manusia masing-masing berinisial WR(23), CR (20) dan IT (16) yang sudah diamankan diruang Satpolair Res Bitung untuk diambil keterangan awal.

"Usai diambil keterangan, selanjutnya akan diserahkan ke satuan Reskrim Polres Bitung untuk pengembangan proses penyidikan," ujar Kasubbag Humas Polres Bitung AKP. Idris Musa.

Tentang ada nya kasus tersebut diakui Kasat Satpolair Res Bitung AKP. Emil Mangare lewat Kasubbag Humas Polres Bitung AKP. Idris Musa merupakan informasi dari warga masyarakat yang selanjutnya ditindak lanjuti oleh Satpolair Res Bitung saat melaksanakan tugas patroli.

"Patroli tersebut akhirnya mengamankan seorang perempuan berinisial MS alias Meita (24) warga kabupaten Minahasa Utara yang diduga sebagai perekrut para calon korban untuk dipekerjakan di sebuah tempat hiburan malam yang ada di wilayah kota Fak-fak provinsi Papua Barat," ujar Kasubag humas Polres Bitung. Setiap perempuan yang bisa direkrut MS mendapat keuntungan ratusan ribu Rupiah bahkan lebih," ujar Kasubbag Humas menjelaskan.

Dia mengatakan, satu diantara ketiga korban asal Minahasa Utara ini masih bersekolah (16) yang mengaku diiming-imingi oleh MS untuk dipekerjakan di sebuah tempat hiburan malam di wilayah kota Fak-fak dengan gaji mencapai jutaan Rupiah.