Kunjungan DPR RI Di Sulut Tekankan Pariwisata dan Pendidikan

Manado, (Cahaya Kawanua) - Kunjungan Komisi X DPR RI di daerah Sulawesi Utara dalam rangka tekankan dunia pariwisata maupun pendidikan di daerah.

"Terkait dengan pariwisata kami telah mengeluarkan UU Nomor 5 Tahun 2017, didalamya ada budaya sekaligus apa yang menunjang Sulawesi Utara, bahkan pihaknya telah menerapkan UU Nomor 3 Tahun 2017 hingga Komisi X sudah ada 12 Panja," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah selaku kepala rombongan dalam reses Komisi X yang membidangi Pendidikan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga berlangsung di ruang CJ Rantung kantor Pemprov Sulut, Kamis.

Dia mengatakan, dari data terlihat ada 35 persen wisatawan berkunjung berdasarkan faktor alam, hal ini harus di respon positif dan akan memberikan peluang PAD bagi daerah," ujar Ferdiansyah.

Selain itu dipaparkan Ferdiansyah, Komisi X DPR RI melakukan kunker di tiga Provinsi di Indonesia dan salah satunya Sulut. Untuk Sulut, Komisi X telah melihat Sekolah SMP 7 Manado, SMK Negeri 6 Manado, juga melakukan diskusi bersama Dinas Pariwisata Sulut, dan secara simbolis pihaknya akan menyerahkan program Tahun Anggaran 2018 melalui APBN.

"Di bidang pendidikan khususnya SMK, kami melihat peralatannya masih kurang dan perlu dilakukan rehab sekolah. Sedangkan untuk pariwisata diutamakan perlu adanya kecepatan dan ketepatan tentang kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) diantaranya belum ada ciri khas makanan, seni tradisional, dan atraksi andalan saat tamu berkunjung,” ujarnya.

Dibeberkannya, setelah berkunjung di Sulut, Komisi X memiliki beberapa catatan penting seperti bidang Pendidikan dan Pariwisata.

"Nantinya kita akan melihat keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB), dimana kita sudah mempunyai UU mengenai keperihatinan terhadap anak-anak yang kurang beruntung. Juga di daerah perbatasan Sulut akan dilihat guru-guru sebagai pertahanan,” katanya seraya menyebutkan dalam bidang Pemuda dan Olahraga dananya difokuskan ke Asian Games.

Kunjungan rombongan DPR RI, di terima langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey didampingi Wagub Sulut Steven Kandouw dan sejumlah pimpinan SKPD terkait diantaranya Sekprov Sulut Edwin Sialngen, rombongan anggota Komisi X DPR RI, sekretariat komisi X, Mitra Komisi X dan orkopimda.

Gubernur Sulut dalam sambutannya berterima kasih kepada Komisi X DPR RI atas dipilihnya Provinsi Sulut dari tiga Provinsi di Indonesia terkait kunker ini.

 

Kesempatan itu Gubernur memberikan pemahaman dimana sejak 2017, SMA dan SMK mendapat kendala terkait peralatan dan banyaknya honorer guru.

"Gaji mereka tidak maksimal. Paling tinggi gaji guru honorer dan penjaga sekolah Rp500 ribu. Namun kami menjawab apa yang menjadi harapan mereka dengan menerapkan gaji sesuai UMP di seluruh Kabupaten/Kota, selain itu, banyaknya pensiunan guru, Pemprov Sulut tidak dapat melakukan penambahan guru," ujarnya

Dilanjutkannya, untuk peningkatan SDM di bidang pariwisata, Sulut telah mengirim pelajar ke Cina selama 6 bulan belajar bahasa srkaligus lebih mengenal pariwisata.

"Tentang UU no 5 Tahun 2017, Provinsi Sulut sedang mempersiapkan Perdanya, mudah-mudahan tahun ini sudah selesai. Untuk tempat pertunjukan seni kita sudah tetapkan tempatnya di kantor lama DPRD Sulut. Nanti kita akan melakukan pembenahan agar pertunjukan seni budaya Sulut dapat dilakukan di situ sehingga tiga bulan ke depan sudah bisa dilaksanakan pertunjukan," ujar Olly menjelaskan.

Sedangkan dari bidang Olahraga kata Olly, pihaknya sudah melakukan Pekan Olahraga Provinsi dan ini menarik antusias Kabupaten/Kota di Sulut.

"Hal ini guna membangun sarana prasarana olahraga.Walau pun APBD terbatas kami ingin olahraga ini dapat memberikan spirit kepada generasi muda, karena Porprov ini dilaksanakan tiga tahun sekali,” ujarnya.(Melky)