Ormas Lintas Agama Sulut Sepakat NKRI Harga Mati

(foto ilustrasi/ist)

CK,Manado—Tiga Organisasi besar di Sulut, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Milisi Waraney, FKPPI yang diisi anggota lintas agama, sepakat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga mengingatkan warga Sulut agar tidak terprovokasi dengan adanya Demo di Ibukota Negara 4 November 2016.

Komandan Banser GP Ansor Manado, Maikel Djamal menegaskan NKRI sudah menjadi harga mati dan patut mewaspadai kelompok radikal yang ingin merusak NKRI.

"Demo ini sudah multi kepentingan. Bagi kami soal Ahok terlalu kecil, ini kelompok radikalisme yang akan masuk ingin membentuk seperti negara Timur Tengah," katanya.

Dia meminta warga Sulut tidak terpengaruh sejumlah isu yang beredar, terlebih di Medsos. 

“Mari bersama-sama menjaga stabilitas keamanan daerah yang kita cintai bersama, demi Sulut aman dan damai," katanya.

Senada dengannya, Ketua Umum Milisi Waraney, Deflie Walangare mengatakan persoalan sekarang sudah membias dan dikhawatirkan mengganggu stabilitas negara.

" Masalah perbedaan sudah tuntas dari tahun 1945, kita harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," katanya.

Ketua FKPPI Sulut, Hendrik Sompotan menambahkan warga Sulut untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama yang ada di daerah ini.

"Sulut ini kan menjadi salah satu contoh daerah kerukunan beragama yang toleransnya sangat kuat hingga sekarang, mari jaga terus kerukunan ini," ujarnya.

(Yofian)